Assalamualaikum Ya Akhi Ya Ukhti

Jom Solat..

Peperiksaan LLB 2013.. Bitaufiq Wan Najah

Computer Repair & Service

Rakan Bloggers

Banner

Showing posts with label Koleksi Doa. Show all posts
Showing posts with label Koleksi Doa. Show all posts

Thursday, April 18, 2013

Waktu Mustajab Berdoa Pada Hari Jumaat


Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Sebaik-baik hari bagi umat Islam adalah hari Jum'at. Sayyidul ayyaam (pemimpin hari) yang paling agung dan paling utama di sisi Allah Ta'ala. Banyak ibadah yang dikhususkan pada hari itu, misalnya membaca surat al-Sajdah dan al-Insan pada shalat Subuh, membaca surat al-Kahfi, shalat Jum'at berikut amalan-amalan yang mengirinya, dan beberapa amal ibadah lainnya. Di dalamnya juga terdapat satu waktu mustajab untuk berdoa. Tidaklah seorang hamba yang beriman memunajatkan do'a kepada Rabbnya pada waktu itu, kecuali  Allah akan mengabulkannya selama tidak meminta yang haram. Karenanya seorang muslim selayaknya memperhatikan hari Jum'at.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radliyallah 'anhu, dia bercerita: "Abu Qasim (Rasululah) shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
"Sesungguhnya pada hari Jum'at itu terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim berdiri berdoa memohon kebaikan kepada Allah bertepatan pada saat itu, melainkan Dia akan mengabulkannya." Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya, yang kami pahami, untuk menunjukkan masanya yang tidak lama (sangat singkat)." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam memahami satu waktu yang mustajab (dikabulkannya doa) tersebut, para ulama berbeda pendapat, kapan waktu itu berlangsung? Karena ilmu tentangnya telah diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana ilmu tentang kepastian waktu Lailatul Qadar.
Diriwayatkan, dari Sa'id bin Al Harits, dari Abu Salamah berkata, "Aku menyampaikan kepada Abu Sa'id, 'sesungguhnya Abu Hurairah menyampaikan kepada kami perilah satu waktu yang ada di hari Jum'at.' Beliau berkata, 'Aku pernah menanyakannya kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, lalu beliau menjawab, "Sungguh aku dulu diberitahu tentangnya kemudian aku dijadikan lupa sebagaimana dijadikan lupa terhadap Lailatul Qadar." ( HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)

Ibnul Hajar dalam Fath al-Baari (II/416-421) menyebutkan ada 43 pendapat di antara para ulama mengenai suatu waktu yang terdapat pada hari Jum'at itu. Lalu beliau berkata, "tidak diragukan lagi bahwa pendapat yang paling rajih (kuat) adalah hadits Abu Musa dan hadits Abdullah bin Salam . . . , namun para ulama salaf masih berbeda pendapat manakah dari keduanya yang lebih rajih." Selanjutnya Ibnul Hajar menjelaskan, mayoritas ulama, seperti Imam Ahmad dan lainnya, mentarjih bahwa waktu tersebut terdapat pada akhir waktu dari hari Jum'at. Di akhir ucapannya, Ibnul Hajar cenderung kepada pendapat Ibnul Qayim, yaitu pengabulan doa itu diharapkan juga  pada saat shalat. Sehingga kedua waktu tersebut merupakan waktu ijabah (pengabulan) doa, meskipun saat yang khusus itu ada di ujung hari setelah shalat shalat 'Ashar.

Imam al Khaththabi rahimahullah, yang disebutkan dalam Fath al-Baari, juga menyimpulkan waktu istijabah tersebut ada dua: Pertama, pada waktu shalat. Kedua, satu waktu di sore hari ketika matahari mulai merendah untuk tenggelam. Berikut ini uraian lebih rinci terhadap kedua pendapat tersebut:

Pendapat Pertama: waktu istijabah itu sejak duduknya imam di atas mimbar sampai dengan berakhirnya shalat. Hujjah dari pendapat ini adalah hadits Abu Burdah bin Abi Musa al-'Asy'ari, dia bercerita: "Abdullah bin Umar pernah berkata kepadaku: 'apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyampaikan hadits dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengenai satu waktu yang terdapat pada hari Jum'at?' Aku (Abu Burdah) menjawab, "Ya, aku pernah mendengarnya berkata, aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الْإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلَاةُ
"Saat itu berlangsung antara duduknya imam sampai selesainya shalat." (HR. Muslim)

Namun, waktu istijabah ini tidak penuh sejak duduknya imam di mimbar sampai selesainya shalat. Dia datangnya kadang-kadang berdasarkan lafadz hadits, "yuqalliluhaa" (sangat sebentar).

Imam al-Shan'ani rahimahullah dalam Subul al-Salam, menyebutkan keberadaannya terkadang di awal, tengah, atau di akhir. Misalnya diawali sejak dimulainya khutbah dan habis ketika selesainya shalat. (Subul al-Salam: II/101)

Pendapat kedua : waktu ijabah berada di akhir waktu setelah 'Ashar. Ibnu Qayyim al-Jauziyah merajihkan pendapat ini. Beliau berkata, "yang ini merupakan pendapat yang paling rajih dari dua pendapat yang ada. Ia adalah pendapat Abdullah bin Salam, Abu Hurairah, Imam Ahmad, dan beberapa ulama selain mereka." (Zaad al Ma'ad: I/390)
Hadits yang menunjukkan kesimpulan ini cukup banyak. Di antaranya hadits Jabir bin Abdillah Radliyallah 'Anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
"Hari Jum'at terdiri dari 12 waktu, di dalamnya terdapat satu waktu yang tidaklah seorang muslim pada saat itu memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah saat tersebut pada akhir waktu setelah 'Ashar." (HR. an Nasai dan Abu Dawud. Disahihkan oleh Ibnul Hajar dalam al Fath dan dishahihkan juga oleh al Albani dalam Shahih an Nasai dan Shahih Abu Dawud)

Hadits Abdullah bin Salam, dia bercerita: "Aku berkata, 'sesungguhnya kami mendapatkan di dalam Kitabullah bahwa pada hari Jum'at terdapat satu saat yang tidaklah seorang hamba mukmin bertepatan dengannya lalu berdoa memohon sesuatu kepada Allah, melainkan akan dipenuhi permintaannya.' Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengisyaratkan dengan tangannya bahwa itu hanya sebagian saat. Kemudian Abdullah bin Salam bertanya; 'kapan saat itu berlangsung?' beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "saat itu berlangsung pada akhir waktu siang." Setelah itu  Abdullah bertanya lagi, 'bukankah saat itu bukan waktu shalat?' beliau menjawab,

بَلَى إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا صَلَّى ثُمَّ جَلَسَ لَا يَحْبِسُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ فَهُوَ فِي الصَّلَاةِ
"Benar, sesungguhnya seorang hamba mukmin jika mengerjakan shalat kemudian duduk, tidak menahannya kecuali shalat, melainkan dia berada di dalam shalat." (HR. Ibnu Majah. Syaikh al Albani menilainya hasan shahih).

Juga berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
الْتَمِسُوا السَّاعَةَ الَّتِي تُرْجَى فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ بَعْدَ الْعَصْرِ إِلَى غَيْبُوبَةِ الشَّمْسِ
"Carilah saat yang sangat diharapkan pada hari Jum'at, yaitu setelah 'Ashar sampai tenggelamnya matahari." (HR. at Tirmidzi; dinilai Hasan oleh al Albani di dalam Shahih at Tirmidzi dan Shahihh at Targhib).

Al-Hafidz Ibnul Hajar rahimahullah berkata: "diriwayatkan Sa'id bin Mansur dengan sanad shahih kepada Abu Salamah bin Abdirrahman, ada beberapa orang dari sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkumpul lalu saling menyebut satu saat yang terdapat pada hari Jum'at. Kemudian mereka berpisah tanpa berbeda pendapat bahwa saat tersebut berlangsung pada akhir waktu dari hari Jum'at." (Fath al-Baari :II/421 dan Zaad al-Ma'ad oleh Ibnul Qayim I:391)
. . . Kemudian mereka berpisah tanpa berbeda pendapat bahwa saat tersebut berlangsung pada akhir waktu dari hari Jum'at. . .
Ibnul Qayyim berkata, "diriwayatkan Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas, dia berkata: 'saat (mustajab) yang disebutkan ada pada hari Jum'at itu terletak di antara shalat 'Ashar dan tenggelamnya matahari.' Sa'id bin Jubair jika sudah melaksanakan shalat 'Ashar dia tidak mengajak bicara seseorang pun hingga matahari terbenam. Demikian ini pendapat mayoritas ulama salaf, dan mayoritas hadits mengarah pada pendapat itu. Selanjutnya, pendapat lain menyatakan bahwa saat tersebut terdapat pada waktu shalat Jum'at. Adapun pendapat-pendapat lainnya tidak memiliki dalil." (Zaad al-Ma'ad: I/394)

Ibnul Qayyim juga mengatakan, "menurut saya, saat shalat merupakan waktu yang diharapkan pengabulan doa. Keduanya merupakan waktu pengabulan meskipun satu saat yang khusus itu di akhir waktu setelah shalat 'Ashar. Itu merupakan saat tertentu dari hari Jum'at yang tidak akan mundur atau maju. Adapun saat ijabah pada waktu shalat, ia mengikuti waktu shalat itu sendiri sehingga bisa maju atau mundur. Karena ketika berkumpulnya kaum muslimin, shalat, ketundukan, dan munajat mereka kepada Allah memiliki pengaruh terhadap pengabulan (doa). Dengan demikian, saat pertemuan mereka merupakan saat yang diharap dikabulkannya doa. Dengan demikian itu, seluruh hadits berpadu antara yang satu dengan lainnya. . ." (Zaad al Ma'ad: I/394)

Lebih lanjut, Ibnul Qayyim berkata, "saat mustajab berlangsung pada akhir waktu setelah 'Ashar yang diagungkan oleh seluruh pemeluk agama. Menurut Ahl Kitab, ia merupakan saat pengabulan. Inilah salah satu yang ingin mereka ganti dan merubahnya. Sebagian orang dari mereka yang telah beriman mengakui hal tersebut." (Zaad al-Ma'ad: I/396)

. . . Di dalamnya terdapat satu saat yang tidaklah seorang muslim berdoa memohon sesuatu bertepatan dengan saat tersebut melainkan Allah akan mengabulkannya, yaitu setelah shalat 'Ashar . . .

Pendapat ini juga yang dipilih oleh Syaikh Ibnu Bazz rahimahullah sebagaimana yang dinukil oleh DR. Sa'id bin Ali al Qahthan dalam Shalatul Mukmin. Syaikh Ibnu Bazz berkata, "hal itu menunjukkan bahwa sudah sepantasnya bagi orang muslim untuk memberikan perhatian terhadap hari Jum'at. Sebab, di dalamnya terdapat satu saat yang tidaklah seorang muslim berdoa memohon sesuatu bertepatan dengan saat tersebut melainkan Allah akan mengabulkannya, yaitu setelah shalat 'Ashar. Mungkin saat ini berlangsung setelah duduknya imam di atas mimbar. Oleh karena itu, jika seseorang datang dan duduk setelah 'Ashar menunggu shalat Maghrib seraya berdoa, doanya akan dikabulkan. Demikian halnya jika setelah naiknya imam ke atas mimbar, seseorang berdoa dalam sujud dan duduknya maka sudah pasti doanya akan dikabulkan." (DR. Sa'id bin Ali bin Wahf al Qahthani, Ensiklopedi Shalat menurut al Qur'an dan as Sunnah : II/349) Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

sumber asal dari blog : http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2012/04/05/18551/ada-waktu-mustajab-pengabulan-doa-di-hari-jumat-kapan-itu/

Sunday, October 14, 2012

Puasa Sunat Arafah 9 Zulhijjah 1433


Assalamualaikum wbt..

9 Zulhijjah 1433 jatuh pada tarikh 25hb Oktober 2012. Jadi sama-samalah kita berebut peluang untuk meraih keampunan dan keredhaan Allah SWT dengan memperbanyakan beramal ibadah dan berpuasa Sunat Arafah pada 9 Zulhijjah 1433 bersamaan dengan 25.10.2012.

Berikut merupakan niat puasa dan doa berbuka puasa seperti yang diamalkan oleh kekasih kita Baginda Rasulullah saw.


Bacaan niatnya : Nawaitu ashoumul arafah lilyaumil ghoddi lillahi Ta’ala
Sedangkan Rasulullah ketika berbuka puasa mengucapkan : “Dzahabaz zhama-u wabtallatil uruuqu watsabatal ajru insya Allah”
Ertinya : “Telah hilang dahaga dan telah basah urat2 dan telah tetap pahala insya Allah”
Dan berdoalah kita sebanyak mungkin pada hari ini moga2 Allah kabulkan permintaan dan menghapusakan dosa kita. Wallahualam.



Tuesday, September 11, 2012

Panduan Solat Sunat Taubat

Assalamualaikum.. Sya ada terjumpa panduan solat sunat taubat yg mudah difahami di laman sosial facebook, terima kasih kepada perekanya. Jom sama-sama segerakan dan sentiasa memohon taubat kepada Maha Pencipta Sekalian Alam.


Thursday, July 19, 2012

Marhaban Ya Ramadhan


Assalamualaikum wbt sahabat sekalin yg dikasihi Allah swt. Alhamdulilah syukur ke Hadrat Illahi kerana masih memberi nyawa dikandung badan kita untuk menjalani Ibadah Puasa yg sangat mulia di bulan Ramadhan ini.Semoga kita semua dapat menjalani ibadah puasa kali ini dengan lebih baik dari yg sebelumnya. InsyaAllah. Selamat berpuasa semua.



Sunday, June 24, 2012

Panduan Elak Diri Dari Sihir



Pertamanya, perlu lebih berhati-hati dalam berjumpa, mendapatkan dan percaya dengan dukun-dukun. Ini kerana Nabi SAW pernah mengingatkan : "Sesiapa yang mendatangi tukang tilik dan tukang tenung ( bagi mendapatkan bantuan berkaitan ghaib), kemudian mempercayai ramalan si tukang/dukun tadi, maka ia (yang pergi berjumpa itu) telah pun kufur dengan agama Nabi Muhammad SAW " ( Riwayat Al-Bazar & Abu Ya'la, Albani : Sohih, Ghayatul Maram, no 285)     
Kedua : Bagi melindungi diri dari sihir, yang terbaik adalah anda sentiasa menjaga solat lima waktu serta meningkatkan kualiti solat. Membaca al-Quran dan zikir  secara berterusan dan komited. Ini ternyata dari firman Allah ertinya :
" Sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu (Syaitan) terhadap hamba-hambaKu, kecuali (kamu punyai kuasa) ke atas mereka yang mengikut kamu, iaitu orang-orang yang sesat" ( Al-Hijr: 42)
Juga satu lagi firman Allah SWT ertinya : "Sesungguhnya Syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya" ( An-Nahl : 99)
Sebelum saya menyebut beberapa ayat yang boleh di amalkan bagi mengelak sihir, sesorang itu perlulah jelas beberapa fakta terlebih dahulu :-
1) Kewujudan sihir telah diiktiraf oleh Allah SWT di dalam al-Quran dan boleh datang dalam pelbagai bentuk.
2) Sihir boleh termasuk dalam perkara yang membawa sesuatu manfaat atau kejahatan . Ia berdasar firman Allah : " ... Mereka mengamalkan apa yang diajarkan oleh syaitan pada masa kerajaan Sulayman. Padahal Sulayman itu bukanlah dari golongan orang yang ingkar. Mereka mengajarkan manusia ilmu sihir, yang diturunkan kepada kedua malaikat di negeri Babel, iaitu Harut dan Marut. Sedang keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang pun sebelum mengatakan "sesungguhnya kami hanya cubaan dan janganlah kamu kufur dan menyalah gunakan ". Tetapi manusia mempelajari dari keduanya dan digunakan (mengikut ajaran syaitan) untuk mencerai beraikan suami isteri.... Bahkan mereka yang ingkar akan merasakan yang amalannya itu semata mata menyakitkan dan tidak memanfaatkan mereka pun" ( Al-Baqarah : 102)
3) Sihir tidak boleh berfungsi dan memberi sebarang kesan kecuali dengan izin Allah SWT , ia dari firman Allah SWT : "..Sesungguhnya mereka tidak dapat membinasakan sesiapa pun tanpa keizinan Allah. " ( Al-Baqarah : 102 )
4) Amaran Allah dan RasulNya bagi pengamal ilmu sihir :-
Ertin firman Allah : " Oleh itu mereka akan ketahui dengan sepenuhnya sesiapa yang mengamalkan ilmu sihir, tidak akan mendapatkan bahagian yang baik di hari Akhirat kelak. ( Al-BAqarah : 102)
Sabda Nabi SAW tentang dosa besar sihir :
         
Ia berdasarkan hadith nabi SAW :  Ertinya : "Jauhilah tujuh dosa besar, Syirik, Sihir, membunuh tanpa hak, makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan peperangan (kerana takut) dan menuduh perempuan yang suci dengan zina ( tanpa saksi adil) " ( Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Beberapa cara di bawah bolehlah di amalkan untuk mengelak sihir :-
1) Al-Fatihah.
2) Membaca tiga surah terakhir atau 3 Qul setiap hari.
Ia berdasarkan hadith :
قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : إقراء قل هو الله أحد , والمعوذتين , حين تمسي و حين تصبح , ثلاث مرات تكفيك من كل شيء ( رواه أبو داود والترمذي )
Ertinya : Baginda S.A.W telah berkata kepadaku : "Bacalah Qul Huwa Allahu Ahad" (al-ikhlas) dan (surah an-Nas) dan (surah al-falaq) sebanyak 3 kali ketika pagi dan petang, ia mampu mencukupkan kamu dari segala sesuatu.( At-Tirmidzi, Bab Doa yang disebut Ketika Ingin Tidur, no 3570 ; Sunan Abu Daud, Bab Apa Yang Dibaca Ketika Subuh, no 5072 ( Nuzhatul Muttaqin, no 1457 , 2/229 ) At-Tirmidzi : Hasan Sohih, An-Nawawi : Sohih
3) Ayat al-Kursi selepas solat ( iaitu surah Al-Baqarah ayat 255)
Dalilnya :
من قرأ آية الكرسي دبر كل صلاة لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت ( رواه النسائي )
Ertinya : "Sesiapa yang membaca ayat Kursi setiap kali selepas solat, maka tiada siapa yang dapat menghalangnya dari memasuki syurga" (Riwayat an-Nasaie dan at-Tabrani dengan sanad salah satu antaranya Sohih. Antara yang mengatakan hadith ini sebagai SOHIH adalah Ibn Hibban, Abul Hasan (guru Ibn Munzir), Az-Zahabi, Ibn Hajar, Al-Qaradawi (Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Selepas Solat Fardhu, no 890, 1/426)
4)Membaca doa ini dengan setiap hari iaitu 3 kali : "Bismillahillazi La Yadhurru Ma'asmihi Syai un Fil Ardi Wala Fisamaie, wa huwas Sami'ul ‘Alim".
Dalilnya :-
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( ما من عبد يقول في صباح كل يوم ومساء كل ليلة : " بسم الله الذي لا يضرّ مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء , وهو السميع العليم ",  ثلاث مرات , إلا لم يضره شيء )) : (رواه ابو داود والترمذي )
Ertinya : Rasulullah S.A.W bersabda : ((Tiada seorang hamba pun yang berkata setiap pagi dan petangnya : "Dengan nama Allah yang tiada siapa mampu memudaratkan dengan namaNya samada di dunia mahupun di langit, dan Dialah maha mendengar lagi maha mengetahui" sebanyak 3 kali, kecuali tiada apa yang mampu memudaratkannya)) (Sohih Muslim, no 2731 (Nuzhatul Muttaqin, no 1413, 2/207)
5) Membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah pada waktu malam
من قرأ بالآتين من آخر سورة البقرة في ليلة كفتاه (رواه الشيخان )
Ertinya : "Barangsiapa membaca 2 ayat terakhir ( ayat no 285 dan 286 ) dari surah al-Baqarah dalam satu malam, maka 2 ayat itu telah pun mencukupi baginya"(Al-Bukhari & Muslim)
6) Membaca zikir : "La ilaha illah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wahuwa ‘ala kulli syai'in Qodir "  ( sepuluh kali )
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من قال : لا إله إلا الله وحده لا شريك له , له الملك وله الحمد , يحي ويميت وهو على كل شيء قدير عشر مرات على إثر المغرب بعث الله مسلحة يحفظونه من الشيطان حتى يصبح , وكتب الله له عشرحسنات موجبات , ومحى عنه عشر سيئات موبقات , وكانت له بعدل عشر رقاب مؤمنات . (الترمذي )
Ertinya : Bersabdalah Nabi S.A.W : Barangsiapa menyebut : " Tiada tuhan melainkan Allah Yang Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kerajaan dan bagiNya kepujian, yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu"sebanyak seratus kali selepas solat Maghrib, nescaya Allah akan membangkitkan ia (di hari qiamat) dengan senjata yang mampu melindunginya dari Syaitan sehinggalah pagi esoknya, dan dituliskan baginya sepuluh kebaikan seperti pahala menunaikan perkara wajib, dan dipadamkan darinya sepuluh kejahatan seperti dosa-dosa besar. Dan ia standing dengan membebaskan 10 hamba wanita islam." (Sunan At-Tirmidzi, Bab Doa nabi SAW , no 3534 , hlm 802 ; At-Tirmidzi : Hasan Ghorib , Al-Albani : Hasan)
7) Membaca : " A'uzu bikalimatillah at-Tammati min syarrima Khalaq"
أما لو قلت حين أمسيت : (( أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق )) , لم تضرك  (رواه مسلم وأبو داود )
Ertinya : Adapun jika engkau menyebut tatkala kamu berpetang-petang : (( Aku berlindung dengan kalimah Allah yang maha sempurna dari segala kejahatan makhluk)) , nescaya tiada sesuatu apa akan memudaratkanmu. ( Riwayat Muslim Rujuk Al-Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib lil Munziri, Bab Zikir Yang Disebut Ketika Subuh, no 336, 1/225 )

Tuesday, June 19, 2012

Salam Syaaban (Kelebihan Bulan Syaban)


Syaaban dan Kelebihannya


REJAB sudah meninggalkan kita dengan seribu satu kelebihan. Berbahagialah mereka yang mengambil sepenuh kesempatan dari fadhilatnya. Jika diizinkan Allah kita akan berkesempatan  bersama Rejab pada tahun hadapan.

Kini muncul pula bulan SYAABAN. Bulan yang berada di tengah-tengah antara Rejab dan Ramadan. Bulan yang juga penuh dengan fadhilat dan keberkatannya.

Hukamak berpendapat, bulan Rejab adalah bulan kesempatan untuk kita meminta ampun dari segala dosa, bulan Syaaban pula adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala macam cela manakala Ramadan pulan bulan untuk mengubat hati dan jiwa.

Syaaban bererti berpecah atau bercerai-berai. Ini kerana mengambil sempena peristiwa orang-orang Arab pada bulan tersebut berkeliaran ke merata tempat untuk mencari air. Ada pula berpendapat, Syaaban bermaksud pemisah iaitu pemisahan antara bulan Rejab dan Ramadan.

Rasulullah saw telah bersabda yang bermaksud:
“Tahukah kamu sekelian, mengapa dinamakan bulan Syaaban? Maka umatnya menjawab: Hanya Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.”
Baginda meneruskan sabdanya: “Kerana di dalam bulan itu berkembanglah kebaikan yang banyak sekali.” (Dipetik dari kitab Raudatul Ulama).

KEUTAMAAN SYAABAN:
Allah swt mengangkat darjat orang yang menghidupkan bulan ini dengan amalan ibadat. Allah juga banyak mengurniakan  rahmat kepada hambaNya. Rasullah bersabda yang bermaksud: “Allah mengangkat amalan-amalan semua hambaNya pada bulan ini.”   
                                                                                                          
Orang yang membesarkan bulan ini dengan beribadat, akan terpelihara dari maksiat. Taubatnya diterima juga terselamat dari mara bencana pada tahun berkenaan. Sabda Rasulullah saw lagi yang bermaksud: “Barang siapa yang membesarkan Syaaban dan bertakwa kepada Allah swt  serta taat dan juga menahan diri daripada maksiat, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menyelamatkannya daripada segala bencana yang berlaku pada tahun itu, juga daripada sakit-sakit.”

Kasih dan ketaatan orang yang beribadat pada tahun itu terhadap Allah akan kekal. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud:“Barangsiapa yang menghidupkan malam dua hariraya dan malam pertengahan bulan Syaaban, maka hatinya tidak mati biarpun semua hati mati ketika itu.”

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim daripada Saidatina Aisyah Radhiallahuanha, dia telah berkata yang bermaksud: “Adalah Rasulullah saw sering berpuasa hingga kami menyangka bahawa Baginda berpuasa berterusan dan Baginda sering berbuka sehingga kami menyangka bahawa Rasulullah akan berbuka seterusnya. Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadan dan aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sunat dalam sebulan yang lebih banyak  dari puasanya di bulan Syaaban.”

Nabi saw pernah bersabda yang bermaksud: “ Keutamaan bulan Syaaban ke atas bulan-bulan yang lain adalah seperti keutamaan aku di atas semua nabi-nabi yang lain, sedangkan keutamaan bulan Ramadan ke atas semua bulan yang lain adalah seperti keutamaan Allah Taala ke atas makhlukNya.”
APAKAH AMALAN YANG WAJAR DILAKUKAN DI BULAN SYAABAN?
  1. Memperbanyakkan puasa sunat:
 i. Dalam Kitab Durratun Nasihin dinyatakan bahawa Rasulullah saw bersabda   bermaksud: “ Sesiapa yang berpuasa tiga hari pada permulaan Syaaban, tiga hari pertengahannya dan tiga  hari pada akhir Syaaban, maka Allah swt mencatat untuknya pahala seperti pahala tujuh puluh nabi dan seperti beribadat tujuh puluh tahun dan apabila dia mati pada tahun itu maka matinya seperti orang mati syahid.”

 ii. Jika berpuasa sehari dalam bulan Syaaban akan diharamkan tubuhnya dari api neraka. Dia akan menjadi taulan nabi Yusof di dalam syurga. Diberi pahala seperti pahala nabi Ayub dan Nabi Daud.

 iii  Jika berpuasa sebulan  pada bulan Syaaban, dipermudahkan Allah kepadanya Sakaratulmaut dan ditolaknya (terlepas) daripada kegelapan dalam kubur, dilepaskan daripada huru-hara Mungkar dan Nangkir, ditutup keaibannya di akhirat nanti dan diwajibkan syurga baginya.

 iv. Sesiapa yang berpuasa pada awal Khamis di bulan Syaaban dan akhir Khamis (juga dalam Syaaban) dimasukkannya dalam syurga .(Hadis Rasulullah yang dipetik dari kitab al-Barokah.)

v. Rasulullah saw turut bersabda yang bermaksud: “ Dinamakan Syaaban kerana padanya terdapat kebajikan yang amat banyak dan puasa yang lebih afdal sesudah Ramadan ialah puasa bulan Syaaban.” 
  1. Perbanyakkan doa, zikir dan berselawat kepada Rasulullah saw:
Sabda Nabi saw yang bermaksud: “Barang siapa yang mengagungkan bulan Syaaban, bertakwa kepada Allah, taat kepadaNya serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah swt akan mengampuni segala dosanya dan menyelamatkannya pada tahun tersebut dari segala macam bencana dan penyakit.”(Dipetik dari kitab Zubdatul Wa’izhin)  
  1. Bertaubat:
Bulan Syaaban merupakan bulan untuk kita memperbanyakkan taubat kepada Allah swt.

MALAM NISFU SYAABAN:

Malam 15 Syaaban lebih dikenali  sebagai malam  Nisfu Syaaban.
Pada malam ini umat Islam sangat-sangat disarankan untuk memanfaatkannya kerana  malam ini penuh dengan rahmat dan doa sangat mustajab.
Justeru umat Islam disaran untuk menghidupkan malam ini dengan membaca surah Yassin sebanyak tiga kali selepas solat maghrib.

Thursday, May 24, 2012

Doa Memohon Ketenangan Hati


Assalamualaikum wbt sahabat2 yang dikasihi Allah swt.. Ana nak berkongsi satu doa hari. Mari sama-sama kita amalkan. InsyaAllah moga perolehi ketenangan hati yg kekal dari Allah.

"Rabbana afrigh ‘ alayna shabran watsabbit aqdamana wanshurna ‘ alal qawmil kafirina . rabbana la tuzigh qulubana ba’da id’za daytana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab . Allahumma tsabbitni an azila wahdini an adhilla. Allahumma kama hulta bayni wa bayna qalbi fahul bayni wa baynasy syaithani wa’amalihai . Allahumma inni as-aluka nafsan muthmainnatan tu’minu biliqa-ika wa tardha biqadhaika wa taqna’u bi’atha-ika.

”Ya Allah tuhan kami, limpahkan kesabaran atas kami , tetapkanlah kedua telapak kaki kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Ya Tuhan, tuhan kami janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki kami dan berilah kami dari hadiratMu rahmat karena Engkau Maha Pemberi. Ya Allah kokohkan lah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman dan berilah aku petunjuk dari kemungkinan tersesat. Ya Allah, sebagai mana Engkau telah memberi penghalang antara aku dan hatiku dan berikanlah penghalang antara aku dengan setan serta perbuatannya . Ya Allah aku mohonkan padaMu jiwa yang tenang dan tentram yang percaya pada pertemuan dengaMu dan ridha atas putusanMu serta merasa cukup puas dengan pemberianMu.”

Tuesday, May 22, 2012

AL-’ALAQ (Segumpal Darah)

AL-’ALAQ
(Segumpal Darah)

MUQADDIMAH
Surat Al-’Alaq terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam berkhalwat di gua Hira’. Surat ini dinamai “Al-’Alaq” (segumpal darah), diambil dari perkataan ’Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan “iqra’” atau “Al-Qalam”.
Pokok-pokok isinya:
Perintah membaca Al Qur’an; manusia dijadikan dari segumpal darah; Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan; manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup; ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya
(SEGUMPAL DARAH) 
Surat ke 96 : 19 ayat
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
TULIS BACA ADALAH KUNCI ILMU PENGETAHUAN.
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam[1].
5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
MANUSIA MENJADI JAHAT KARENA MERASA CUKUP.
كَلاَّ إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى
6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى
7. karena dia melihat dirinya serba cukup.
إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى
8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).
أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى
9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,
عَبْدًا إِذَا صَلَّى
10. seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat[2],
أَرَأَيْتَ إِن كَانَ عَلَى الْهُدَى
11. bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang (yaitu Rasulullah s.a.w.) itu berada di atas kebenaran,
أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَى
12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
أَرَأَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّى
13. Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى
14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
كَلاَّ لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ
15. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[3],
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
فَلْيَدْعُ نَادِيَه
17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ
18. kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah[4],
كَلاَّ لا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).
PENUTUP
Surat Al-’Alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Tetapi manusia tidak ingat lagi akan asalnya, karena itu dia tidak mensyukuri nikmat Allah itu, bahkan dia bertindak melampaui batas karena melihat dirinya telah merasa serba cukup.
HUBUNGAN SURAT AL-’ALAQ DENGAN SURAT AL-QADR:
Pada surat Al ’Alaq Allah memerintahkan agar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membaca Al-Qur’an, sedang pada surat Al-Qadr Allah menerangkan tentang permulaan turunnya Al Qur’an.

(1) Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.↩
(2) Yang dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah: Abu Jahal dan yang dilarang itu ialah Rasulullah sendiri. Akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. Setelah Rasulullah selesai shalat disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengatakan: “Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti dia akan dibinasakan oleh Malaikat↩
(3) Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.↩
(4) Malaikat Zabaniyah ialah malaikat yang menyiksa orang-orang berdosa di dalam neraka. 

Wednesday, March 14, 2012

Bismillah 6


1. Dengan nama tuhan yang Maha Pengaseh dan Maha Penyayang.



2. Dengan nama Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Allah dengan segala sesuatu itu Maha itu Maha Mengetahui.

3. Dengan nama Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Pembuka rahmat lagi Maha Mengetahui.

4. Dengan nama Allah, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.

5. Dengan nama Allah, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

6. Dengan nama Allah Yang Maha Bijak sana lagi Maha Pemurah, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Pemurah.

7. Dengan nama Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, maka Allah itu sebaik baik Tuhan yang memelihara dan Dia-lah Maha Rahim”

fadhilat dan fungsi bismillah 6

- Makbul segala hajat dan cita-cita.

- Luas rezkinya.

- Menang dalam peperangan.

- Penerang hati.

- Diajuhkan dari segala penyakit.

- Dibaca 70 kali tiap-tiap hari aman dari ancaman raja-raja dan pembesar yang zalim yang hendak membunuhnya.

- Dibaca ditempat yahng suci nescaya dapat melihat malaikat, jin dan syaitan.

- Dibaca dimalam jumaat 20 kali boleh melihat orang didalam kubur.

- Aman daripada binatang2 buas.

-Air laut menjadi tawar.
 

Copyright © 2012 Reserved to MOHAMAD THAMIM ANSHAARI Design by CikBulat